Rahmat Mulyadi

Rahmat Mulyadi

Senin, 29 April 2013

19. SESEORANG YANG SEDANG MEMUJI KEPADA ALLAH (SALIK) HENDAKNYA JANGAN TERTIPU OLEH KEINDAHAN DUNIA.



×êbû nÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
÷¼ùwø D÷Õ ÷jüÚù± ÷¼ù¿÷P üØ÷C ùÄùÆD÷r øöû÷Öùå üO÷iC÷m÷CD÷Õ
øNøÇü©÷P üèùlû÷ÆC ùö÷¿üêù¿÷cüÆC ø¼ùPC÷Ýøå øçüP÷i D÷Ù÷Ü û÷ËùC D÷æ÷Æ
D÷Ù÷Ýû÷ËùC ùOD÷Ù ÷ûÝ÷ÃøÖüÆC ÷nùåC÷Ý÷¬ üR÷X û÷n÷M÷P÷Ë÷Ü ÷Ä÷ÕD÷Õ÷C
ünø»@üÃ÷P ÷Ì÷º  øö÷ÚüQùº øÛüc÷Ù  D÷Ö@û÷ÙùC D÷æø¿@ùï Dû÷¿÷b ÷ÄüP÷i
Maa-aradat himmatu salliki antaqifa ‘inda maa kuysifa laha illaa wanaadathu huwatiful haqiiqatil ladzii tathlubu amaamaka walaa tabarrajat zhawahiral mukawwanaati ilaa wanaadatka haq-iquha innama nahnu fitnatu fala takfur.

Artinya :” Tidak ingin (mempunyai) cita-cita orang yang mnuju kepada Allah (salik) untuk berhenti ketika dibukakan (dijelaska) baginya cita-cita (perkara yang ghaib) melainkan ketika ia ingin berhenti ada suara hakekat yang memanggilnya yang kamu cari masih ada dimukamu, maka jangan berhenti disitu. Begitu juga tidak tampak baginya beraneka ragam keindahan alam, melainkan apabila tampak kepadanya hakekat keindahan alam, akan memanggilmu, sesungguhnya kami adalah fitnah maka janganlah percaya kepadaku”.
Keindahan dunia hanyalah semu belaka. Tetapi anhnya, banyak manusia yang terpedaya olehnya. Sampai-sampai orang yang salik pun merasa tertipu, bahwa langkahnya untuk mnuju kepada Allah telah sampai padahal sesungguhnya belum.
Hal seperti di atas, hendaknya jangan sampai di alami oleh orang salik. Merka bahka seharusnya lebih mempertebal iman mereka, agar supaya tujuannya untuk menghadap kepada Allah segera tercapai.
Kita patut merenungkan kata-kata bijak dari Syekh Abdul Hasan Asy-Syaadzili ra. Berikut ini :
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya engkau itu jika menginginkan bagian yang telah dicapai oleh kekasih Allah, maka hendaklah engkau buang jauh-jauh bergaul dengan semua orang-orang yang dapat bmenunjukkah kepadamu jalan untuk menuju kpada Allah dengan mlalui isyarat Al_Quran dan As-Sunnah. Dan palingkanlah (jiwamu) dari perkara-perkara kindahan dunia semuanya, dan janganlah sebagian untuk mendapatkan bagian yang lai. Akan tetapi jadilah hamba yang diperintahkan untuk menjauhi musuh-musuhnya. Dan jika engkau sudah dapat mendatangi dua perkara, yaitu berpaling dari manusia dan berlaku zuhud di dunia, maka tetaplah kamu bersama Allah dengan kewaspadaan, dan tetap menjalankan (taubat), beristighfar. Kmbali kepada Allah an tunduk akan peraturan-peraturan Allah serta berlaku (Istiqamah)”.

Oleh karena itu, hendaklah orang yang salik jangan sampai terhalang langkahnya dalam menuju kepada Allah hanya karena tersandung oleh keindahan dunia yang sifatnya semu dan sementara”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar