Rahmat Mulyadi

Rahmat Mulyadi

Jumat, 26 April 2013

61. TANDA-TANDA ORANG YANG MENDAPAT TAUFIQ DAN TANDA-TANDA ORANG YANG DIHINAKAN-NYA



Min jahlil muriidi an yusii-aladabu fatu-akhirul ‘uqubata ‘anhu fayaquulu laukana hadzaa su-a adabin laquti’al imdaadu waujabal-ii’adu faqad yaqtha’ul madaadu ‘anhu min haitsu laayasy’uru walaulam yakun illaa mn’ul maziidi waqad yuqamul bu’di wahuwa laayadrii walaulam illaa an yukhalliyaka wamaa turiidu.

Artinya : “Di antara kebodohan murid (orang yang mempunyai kehendak untuk menuju kepada Allah) ialah buruk budi pekertinya, maka ditangguhnkan siksa daripadanya, sehingga dia berkata :”Seandainya ini termasuk keburukan budi pekerti, pasti sudah diputuskan bantuanm Allah”.Maka sesungguhynya telah diputuskan bantuan Allah dari padanya, hanya saja dia tidak merasa, meskipun hanya berupa cegahan tambahan. Dan kadang-kadang dia ditempatkan di tempat yang jauh tapi tidak mengetahui, meskipun tidaklah jauh itu kecuali Allah membiarkanmu dan apa yang kamu kehendaki”.

Salah satu di antara kebodohan seseorang yang mempunyai kehendak untuk munuju kepada Allah adalah ketika ia melakukan kemaksiatan, ia berkata dalam hatinya : Sesungguhnya apa yang akan aku lakukan ian dosa, maka Allah tentu akan menjauhkan diriku dengan-Nya. Padahal sebenarnya, dengan kemaksiatan itu ia tentu berdosa dengan Allah pun sesudah menjauhkan orang tersebut dengan-Nya, akan tetapi ia tidak merasa. Hal ini sudah cukup menjadi pertanda, bahwa antara dirinya dengan Allah terdapat hijab (dinding) yang menghalangi hubungannya dengan Allah, sehingga ia menjadi orang yang tersesat.
Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 36, yang artinya :”Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya (tidak taat) maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata”.
Adapun tanda-tanda orang yang disesatkan atau dihinakan Allah, diantaranya adalah :
1.                   Merasa berat dan sukar dalam mengerjakan perintah-perintah-Nya. Walaupun ia sudah berusaha untuk mengerjakannya.
2.                   Mudah tergoda untuk melanggar larangan-larangan-Nya, walaupun sudah berusaha untuk menghindarinya.
3.                   Merasa sudah tidak membutuhkan pertolongan Allah, sehingga ia tidak pernah berdo’a.
Sedangkan tanda-tanda orang yang mendapatkan (taufiq) atau petunjuk dan pertolongan dari Allah, di antaranya adalah :
1.                   Merasa mudah dan ikhlas dalam mengerjakan perintah-perintah-Nya.
2.                   Tidak mudah tergoda untuk mengerjakan hal-hal yang dilarang agama.
3.                   Senantiasa berdo’a kepada Allah untuk memohon pertolongan-Nya dalam menghadapi setiap persoalan.
Demikianlah, mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan pertolongan dan petunjuk-Nya, sehingga setiap langkah dan tujuan kita selalu mengarah ke jalan kebenaran, dan bukan kea rah jalan kesesatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar