Rahmat Mulyadi

Rahmat Mulyadi

Jumat, 26 April 2013

46. SESEORANG YANG APABILA HATINYA TELAH MATI MAKA IA TIDAK AKAN DAPAT MENUJU KEPADA ALLAH



Min ‘alamaati mautil qalbi ‘adamulhuzni ‘alaa maafataka minal muaafiqaati watarkunnadami ‘alaa maafa’altuhu min wujuudizzallaati
Artinya : “Sebagaimana dari tanda-tanda matinya hati adalah tidak adanya kesediaan (sudah) atas apa yang ditinggalkan oleh kamu dari semua ketaatan, dan meninggalkan penyesalan-pnyesalan terhadap apa yang kamu telah menjalankannya dari wujudnya semua kesalahan (dosa atau maksiat)”.

Apabila ada seseorang yang apabila berbuat dosa atau kemaksiatan, kemudian di dalam hatinya tidak ada rasa penyesalan, maka yang demikian ini menandakan, bahwa hati orang tersebut telah mati.
Hal tersebut di atas adalah merupakan kebalikan dari keadaan hati orang mukmin, yang apabila mereka berbuat kebaikan maka mereka akan merasa gembira, dan apabila berbuat kmaksiatan maka hatinya akan merasa menysal dan sedih.
Di anrtara sbab-sebab yang dapat mengakibatkan matinya hati seseorang, adalah sebagaimana yang disabdakan Rasulullaah saw, berikut ini, yang artinya :
“Janganlah kamu memperbanyak tertawa, karena sesungguhnya kebanyakan tertawa itu akan mengakibatkan matinya hati”.

Selain itu, yang dapat mnybabkan matinya hati seseorang adalah karma terlalu panjang angan-angannya, sehingga ia lupa akan kewajibannya terhadap Allah.
Perhatikan firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Kahfi ayat 28, yang artinya :
“Janganlah kamu mengikuti orang yang aku lalaikan hatinya dari mengingat kepada-Ku. Orang (yang demikian itu) hanya menurutkan hawa nafsunya dan perbuatannya itu (pada umumnya) sedah di luar batas”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar