Rahmat Mulyadi

Rahmat Mulyadi

Senin, 29 April 2013

3. Tirai takdir tidak dapat ditembus walau dengan semangat yang menyala-nyala



×êbû nÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
.ùmC÷j@@ü¾÷ËüC ÷mC÷Ý@@ür÷C ø½ùn@üc÷PË ù×÷ÖùæüÆC øÀùLC÷Ý@@÷r
Sawaabiqul himami laa tahriqu aswaaral aqdaari.

Artinya : Kesemangatan itu tidak dapat mnembus kepastian yang telah ditetapkan oleh Allah.”
Bahagia dan celaka, adalah dua macam nasib manusia yang sudah ditentukan oleh Allah sejak manusia masih berada dalam kandungan. Dan ketentuan tersebut tidak bisa dirubah atau ditembus oleh manusia, walaupun dengan kekuatan atau smangat yang mnyala-nyala skalipun.
Dalam hadits Rasulullah saw. Yang diriwayatkan oleh Bukhari, di situ dijlaskan setiap orang itu dikumpulkan pmbentukannya didalam rahim ibunya dalam waktu (40) hari berupa nuthfat daging juga segumpal darah selama (40) hari juga, kemudian menjadi sekarat daging juga dalam waktu (40) hari. Setelah itu di utuslah kpadanya Malaikat untuk meniupkan (ruh) kpadanya dan menetapkan (4) perkara, yakni : rizqinya, ajal, atau umurnya, amal prbuatannya dan celaka atau bahagia.
Dengan ktentuan di atas hendaknya seseorang yang akan berma’rifat kpada Allah mau mnerima ketentuan tersebut dengan sabar dan tawakal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar