Rahmat Mulyadi

Rahmat Mulyadi

Jumat, 26 April 2013

72. MA’RIFAT YANG SESUNGGUHNYA



Maal’aarifu man idza asyaarawajadalhaqqa aqraba ilaihi min syaaratihi balil’aarifu man laaisyaaratalahu lifinaa-ihi fii wujuudihi wanthiwaa-ihi fii syuhuudihi.

Artinya : Bukanlah orang yang ma’rifat itu orang yang apabila memberi isyarah maka dia merasa menemukan Allah lebih dekat kepadanya dari isyaratnya. Akan tetapi orang yang ma’rifat itu ialah orang yang baginya tidak ada isyarat karena ketiadaannya di dalam wujud Allah dan keterlipatannya di dalam melihat-Nya”.

Jika seseorang merasa tidak mempunyai isyarah 9petunjuk) sama sekali, meskipun sebenarnya isarah tersebut bias keluar dari padanya, sehingga hatinya merasa yaqin dengan seyakin-yakinnya Allah. Maka orang yang demikianlah yang sesungguhnya telah berma’rifat kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar