Rahmat Mulyadi

Rahmat Mulyadi

Rabu, 24 April 2013

75. KELAPANGAN DAN KESEMPITAN ADALAH SUDAH MENJADI KETENTUAN ALLAH



Yasthka kailaa yubqiika ma’al qabdhi waqabdhaka kailaa yatrukuka ma’albasthi wa ahrajaka ‘anhaa kailaa takuuna lisyai-in duunahu.

Artinya : kelapangan itu agar supaya tidak menetapkan kamu bersama dalam kesempitan. Dan kesempitan itu agar tidak meninggalkan kamu bersama dalam kepalangan. Dan allah meluaskan (mengeluarkan) kamu dari keduanya itu agar kamu tidak tergantung kepada sesuatu selain Dia”.

Kelapangan dan kesempitan adalah dua hal yang selalu beriringan. Tidak ada kelapangan tanpa kesempitan, dan sebaliknya, tidak ada kesempitan tanpa kelapangan. Kedua hal tersebut selalu silih berganti menimpa diri manusia, tergantung kepda kehendak Allah.
Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Israa’ ayat 30, yang artinya :
Sesungguhnya Tuhan melapangkan rizqi kepada siapa yang Dia kehendaki  dan menyempitkannya : sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.
Demikian kelapangan dan kesempitan dating silih berganti. Hal yang demikian ini, agar manusia jika dalam keadaan lapang, tidak lupa diri sehingga menjadi orang yang sombong, kikir dan lupa kepada penciptanya. Dan jika dalam kesempitan, ia tidak berputus asa dari mengharap rahmat Allah, sehingga dapat membawa dirinya kepada kekufuran.
Semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur bila dalam keadaan lapang dan tetap bersabar dalam kesempitan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar