Rahmat Mulyadi

Rahmat Mulyadi

Jumat, 26 April 2013

42. MEMILIH KAWAN YANG DAPAT MENINGKATKAN SEMANGAT BERIBADAH



Laa tashhab man laa yunhidhuka haaluhu walaayadulluka ‘alallaahi maqaluhu rubbamaa kunta musii-an fa-arakal-ihsaanaminka shuhbatuka man huwa aswa-u haalaan munka.
Artinya : janganlah kamu berkawan dengan orang yang tingkah lakunya tidak membangkitkan ibadahmu dan ucapannya yang tidak menunjukkan kamu kepada Allah kemungkinan kamu berbuat jelek (kesalahan), maka ditampakkan kepadamu sebagai kebaikan, karena persahabatanmu dengan orang yang lebih jelek tingkah lakunya dari pada kamu”.

Dalam bergaul, sedapat-dapatnya kita harus dapat mengambil manfaat dari pergaulan tersebut. Tentu saja hal ini bukan untuk kepentingan dunia, tapi untuk kepentingan akhirat.
Dalam pergaulan atau berkawan ini Rasulullah saw, telah memberikan petunjuk malalui haditsnya yang diriwayatkan oleh Daud dan Tarmidzi, yang artinya :
Jangan kamu berkawan kecuali dengan orang mukmin. Dan janganlah kamu makan, kecuali bersama dengan orang yang taqwa”.

Berikut ini adalah sebuah syair yang pernah diucapkan oleh sastrawan arab bernama Sholeh bin ‘Abdil Qudus yang patut juga kita jadikan sebagai pedoman dalam berkawan:
“Takutlah kamu berkawan dengan orang jahat. Karena kejahatan itu dapat menular, sebagaimana menularnya penyakit ke dalam tubuh orang yang sehat”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar