Rahmat Mulyadi

Rahmat Mulyadi

Senin, 22 April 2013

152. JIKA KAMU MENYAYANGI SESAMA MANUSIA, MAKA ALLAH AKAN MENYAYANGI KAMU



Manith-thala’a ‘alaa asraaril’ibaadi walam yatakhallq birrahmatil-ilaahiyyati kaana ith-thilaa’uhu fitnatan ‘alaihi wasababaan lijarrilwbaali ilaihi.

Artinya : Barangsiapa yang dapat rahasia-rahasia sedang dia tidak dapat meniru sifat kasih saying Tuhan, maka penglihatannya merupakan fitnah atasnya dan sebab tibanya bencana bagi rinya sendiri”.

Seutama-utama perkara yang harus dimiliki oleh orang islam adalah seiman dan seagama.
Di dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. Pernah bersabda, yang artinya :
Orang-orang yang bersifat kasih itu dikasih sayangi oleh Tuhan yang Maha Pengasih. Maka kasihanilah orang yang berada di bumi  dan yang ada di langit, niscaya orang yang berada di langit (malaikat) mengasihi kalian. Barangsiapa yang tidak mengasihi orang lain, ia tentu tidak dikasihi Allah”.

Juga di dalam hadits lain, sabdanya :
Sesungguhnya kaum shalihin dari golongan umatku itu bukannya mereka memasuki surga dengan sebab banyaknya shalat dan berpuasa saja, tetapi juga dengan sebab memiliki kesejahteraan hati, kedermawanan jika serta sifat kasih saying terhadap setiap orang islam”.

Dari Qasamah bin Zubair r.a. diriwayatkan, bahwasanya Nabi Ibrahim pernah mempunyai keinginan untuk berlaku kasih saying kepada sesame manusia. Maka oleh Allah beliau diangkat dan diperlihatkan kepadanya sekian penduduk bumi bersama segala macam perbuatannya. Seketika itu pula beliau berkata : “Ya Allah, binasakanlah mereka yang durhaka”.
Kemudian Allah berfirman : “Hai Ibrahim, Aku lebih mempunyai kasih saying kepada hamba-Ku dari pada kamu. Maka turunlah kamu, karena kemungkinan mereka mau bertobat dan akan kembali kepada-Ku”.
Allah tidak segera membinasakan hamba-Nya yang durhaka disebabkan karena hamba tersebut berada dalam kemungkinan :
1.       Mereka mau bertaubat dan menyesali perbuatannya.
2.       Dari mereka akan muncul keturunan yang bertasbih (mengagungkan Aku)
3.       Mereka kembali menghadap kepada-Ku, maka terserah kepada-Ku untuk mengampunkan atau menyiksanya.
Demikian kasih saying Allah kepada hamba-Nya. Hingga kepada mereka yang durhaka pun Dia beri kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada-Nya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar