Rahmat Mulyadi

Rahmat Mulyadi

Rabu, 24 April 2013

99. HANYA ALLAH YANG DAPAT MEMBERI SINAR KEPADA ALAM DAN HATI, SEHINGGA MENJADI TERANG BENDERANG



Anaarazh-zhawaahira bianwaaritsaarihi wa anaaras-saraa-ira bianwaari aushaafihi liajli dzaalika afalat anwaruzh-zhawahiri walam ta’fal anwarulqalbi was-saraa-iri , walidzaalika qiila inna tsamsan-nahaari taghrubu billaili watsamsalquluubi laisat taghiibu.

Artinya : Allah yang menyinari dhahir (alam) ini dengan cahaya-cahaya bekas-bekas-Nya, dan yang menyinari rahasia (hati) dengan cahaya sifat-sifat-nya. Dari itu hilanglah cahaya dhahir (alam) dan tidak akan hilang cahaya hati dan cahaya rahasia, yakni mata hiti. Demikian itulah dikatakan : Sesungguhnya matahari siang tenggelam di waktu malam, sedang mata hati tidak pernah tenggelam”.

Alam raya ini bias terang benderang adalah karena Allah telah menyinarinya dengan cahaya bekas-bekas sifat-sifat-Nya (benda-benada ciptaannya), seperti matahari, bulan, bintang, dan benda-benada lain yang dapat dipergunakan manusia untuk membuat alat-alat penerangan.
Kalau orang bias menciptakan alat-alat penerangan seperti neon, lampu pijar, lilin, dan sebagainya, maka pada hakekatnya semua itu adalah ciptaan Allah juga. Karena bahan-bahan dasar dab juga ilmu yang dipergunakan untuk menciptakan alat-alat tersebut adalah ciptaan atau pemberian dari Allah.
Perhatikan firman Allah dalam Al-qur’an Surat An-Nur ayat 36, yang artinya :
Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak pohon yang banyak berkahnya (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya (saja) hamper-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membingbing kepada cahaya-Nya siapa yang dikehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Sebagaimana alam raya ini, hati pun disinari Allah, yakni dengan cahaya iman, sehingga dengan melalui hati yang sudah disinari tersebut orang-orang mukmin dapat menyaksikan sifat-sifat Allah.
Pada hakekatnya, di dalam hati orang-orang kafir itu juga terdapat sinar dari Allah. Hanya saja sinar itu masih tertutup oleh sifat kemanusiaannya sendiri yang masih terbelenggu oleh keinginan hawa nafsu, sehingga hati mereka itu menjadi gelap gulita dan tidak dapat menyaksikan sifat-sifat Allah.

Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 40, yang artinya :
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), diatasnya (lagi) awan gelap gulita yang tindih bertindih. Pabila dia mengeluarkan tangannya tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun)”

. adapun bukti bahwa didalam hati orang-orang kafir itu terdapat cahaya, kita bias melihatnya dalam Al-Qur’an surat Al-Mukminun ayat 84-90, yang artinya :
 Katakanlah : Kepunyaan siapakah bumi ini dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?. Mereka akan menjawab : Kepunyaan Allah. Katakanlah : Maka apakah kamu tidak ingat? Katakanlah : siapakah yang mempunyai langit yang tujuh dan yang mempunyai ‘Arsy yang besar? Mereka akan menjawab : Katakanlah Allah. Katakanlah : Maka apakah kamu tidak bertaqwa?. Katakanlah : siapakah yang di tangan-Nya berada kekuatan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui ?. mereka akan menjawab : Kepunyaan Allah. Katakanlah :(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditupu?. Sebenarnya kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta”.

Jadi sebenarnya kegelapan hati mereka (orang-orang kafir) itu adalah disebabkan oleh pendirian mereka sendiri yang sesat, penuh dengan kedustaan dan (tentu saja) karena belum mendapatkan rahmat dari Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar